Minggu, 08 November 2015

DIAM

Diam adalah caraku mencintaimu karena-Nya. Kulakukan untuk menjaga kesucian hatiku dan hatimu karena memang terjaganya kesucianku dan kesucianmu adalah tujuanku.

Ini adalah caraku mengasihimu karena-Nya. Kulakukan untuk memelihara suatu kehormatan, karena memang terpeliharanya kehormatanku dan kehormatanmu adalah cita-citaku.

Jikalau Allah tak menakdirkan tersampaikan indahnya rasa ini kepadamu di dunia ini dalam ridha-Nya, mungkin dunia bukanlah tempat yang tepat bagi cinta untuk saling bersemi. Tapi bisa jadi cinta itu akan bersemi di Surga-Nya. Karena ku sangat yakin, bahwa di akhirat kelak Allah akan menghimpun orang-orang yang saling mencintai karena-Nya. Dan diamku kini adalah caraku mencintaimu karena-Nya. Suci tak tersentuh. Bahkan syaitanpun tak pernah tahu.

Insya Allah... Jika kau belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam.

Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu.

Kau ingin muliakan dia dan tidak akan mengajaknya menjalin hubungan terlarang, dengan tidak merusak kesuciannya dan penjagaan hatinya.

Karena diammu akan memuliakan kesucian diri dan kesucian hatimu, serta menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu.

Karena diammu bukti kesetiaanmu dengannya.

Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah Allah Ta’ala pilihkan untukmu.

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali, yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ? Sampai akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah. 
Dari @cintaituanugrah

Rabu, 07 Oktober 2015

Mencintai Dalam Diam




Teruntuk dirimu yang selalu tak pernah berhenti ada dalam pikiran ini.

Teruntuk dirimu yang selalu bersemanyam dalam lubuk hati ini.

Kini aku terjebak mencintaimu dalam diamku.

Ada apa denganku?

Apa kau pikir ini mudah?

Apakah kita bisa bertukar posisi?

Bukankah kau sangat beruntung dicintai dengan begitu hebatnya.

Bahkan sampai aku lupa dengan Sang Pemilik Cinta yang telah menghadirkan Cinta.

Lalu apa yang kuharapkan?

Jelas adalah balasan darimu.

Aku belum menyadari apa arti mencinta yang sebenarnya.

Namun sadarku kini, hatiku tak seharusnya ku tambatkan sepenuhnya kepada mahluk selain-Mu

Aku yang mencinta akupun yang salah karena sangat berharap pada mahluk selain-Mu

Selagi nafas ini berhembus aku yakin Tuhanku masih menuntun aku untuk kembali, kembali berharap hanya Kepada-Nya.

Berharap kelak Dia kan menghadirkan seseorang yang selama ini aku nanti.

Diam yang akan menciptakan damai di hati, hati yang tenang bersama Sang Pemilik Hati.

Ketika Merindu



Bagaimana caranya menjelaskan rindu kepada seseorang,
yang entah siapa dan dimana saat ini.

Untukmu yang jauh disana, terkadang mata ini iri kepada hati,
Karena kau ada dihatiku, namun tak tampak dimataku.


Dear,

Ketika keraguan mulai menggoyahkan keteguhan.....

Ketika keputus asaan mulai mengikis harapan.

Dan ketika ujian cinta mulai menyapa begitu mesra.

Maka BERSANDARLAH kepada Allah,
tempat mengadu semua pilu, tempat kita meminta semua cita, tempat kita berserah diri,
dari segala kegalauan hati.

Mengadulah pada Rabb-Mu tentang rindu yang berujung pilu.

Hapus airmata, karena Allah selalu ada untukmu

Dan terseyumlah, karena pasti ada Anugrah terindah yang Allah persiapkan untukmu.

Yaa Allah jika Rindu ini adalah rasa sakit yang tak bermuara, penuhkanlah ia dengan Rindu Kepada-Mu.


Amin Yaa Rabbal Alamin