Rabu, 07 Oktober 2015
Mencintai Dalam Diam
Teruntuk dirimu yang selalu tak pernah berhenti ada dalam pikiran ini.
Teruntuk dirimu yang selalu bersemanyam dalam lubuk hati ini.
Kini aku terjebak mencintaimu dalam diamku.
Ada apa denganku?
Apa kau pikir ini mudah?
Apakah kita bisa bertukar posisi?
Bukankah kau sangat beruntung dicintai dengan begitu hebatnya.
Bahkan sampai aku lupa dengan Sang Pemilik Cinta yang telah menghadirkan Cinta.
Lalu apa yang kuharapkan?
Jelas adalah balasan darimu.
Aku belum menyadari apa arti mencinta yang sebenarnya.
Namun sadarku kini, hatiku tak seharusnya ku tambatkan sepenuhnya kepada mahluk selain-Mu
Aku yang mencinta akupun yang salah karena sangat berharap pada mahluk selain-Mu
Selagi nafas ini berhembus aku yakin Tuhanku masih menuntun aku untuk kembali, kembali berharap hanya Kepada-Nya.
Berharap kelak Dia kan menghadirkan seseorang yang selama ini aku nanti.
Diam yang akan menciptakan damai di hati, hati yang tenang bersama Sang Pemilik Hati.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar